Racik Pintar

Lahir dari satu pertanyaan sederhana: “Hari ini mau masak apa?”

Awalnya cuma rutinitas di rumah: hampir tiap hari saya ditanya istri, “Mau masak apa?” dan seringnya saya cuma bisa bengong. Dari kebingungan kecil itu, saya mulai bikin sesuatu yang bisa bantu—pelan-pelan—sampai jadi aplikasi bernama Racik Pintar.

Cerita Awalnya

Ada fase di hidup saya ketika hal yang paling melelahkan bukan kerjaan besar, tapi pertanyaan kecil yang datang berulang-ulang.

Menjelang sore, istri tanya: “Mau masak apa?”
Besoknya tanya lagi. Lusa tanya lagi.
Dan jujur… seringnya saya nggak punya jawaban yang meyakinkan.

Bukan karena nggak peduli. Justru karena saya tahu rasanya: capek, waktunya mepet, bahan di kulkas itu-itu aja, dan kepala penuh hal lain. Dari situ saya kepikiran: kenapa nggak dibuat “teman mikir” yang bantu ngasih ide masakan dari bahan yang sudah ada?

Racik Pintar Itu Apa

Racik Pintar adalah catatan digital yang saya susun supaya urusan “mau masak apa” nggak selalu jadi drama kecil setiap hari.

Fokusnya sederhana:

  • membantu memilih ide masakan dari bahan yang ada di rumah (pantry),

  • bikin masak terasa lebih ringan karena ada arah,

  • dan pelan-pelan jadi arsip resep yang rapi untuk keluarga.

Bukan aplikasi yang “menggurui”. Lebih seperti teman bantu mikir saat kepala sudah terlalu penuh.

Bagian yang Paling Jujur:
GPT Ada di Baliknya

Saya perlu jujur di sini.

Saya bukan programmer hebat. Saya nggak tumbuh dari dunia kampus IT.
Banyak bagian dari aplikasi ini lahir dari proses yang sangat manusiawi: coba—bingung—tanya—copy paste—error—ulang lagi.

Dan di titik itulah GPT masuk.

GPT bukan “tukang sulap” yang bikin semuanya beres dalam sekali klik, tapi lebih seperti:

  • teman diskusi saat saya mentok,

  • navigator saat saya nggak tahu harus mulai dari mana,

  • dan “peta” saat saya cuma punya niat tapi belum punya jalurnya.

Saya tetap yang nentuin arah, ngetes, dan beresin yang nggak cocok. Tapi tanpa GPT, mungkin Racik Pintar cuma akan berhenti sebagai ide di kepala—nggak pernah jadi apa-apa.

HW Studio

Kenapa Saya Tetap Lanjut

Karena saya suka momen kecil ketika sesuatu yang tadinya cuma masalah harian… berubah jadi sistem yang bisa dipakai.

Saya percaya banyak hal besar itu lahir dari hal remeh yang kita seriusin:

  • dari kebiasaan,

  • dari pengulangan,

  • dari niat “bikin hidup sedikit lebih gampang”.

Racik Pintar adalah salah satu bukti kecil yang saya pegang:
kalau kita jalan pelan-pelan, tapi konsisten, kita bisa sampai.

Status Saat Ini

Racik Pintar masih terus saya rapikan. Saya terus menambah katalog resep, memperbaiki alur, dan memastikan aplikasinya makin enak dipakai.

Halaman ini di HW Studio saya tulis sebagai catatan perjalanan, bukan pengumuman pencapaian. Karena jujur… perjalanan ini masih berlangsung.

Kalau kamu suka cerita proses membangun sesuatu dari nol—dengan segala trial-error dan versi gagal yang nggak kelihatan—kamu bisa ikuti catatan Racik Pintar di blog HW Studio.

Kadang yang kita butuhkan bukan motivasi besar.
Cukup satu langkah kecil yang diulang setiap hari.